kemasan tradisional vs kemasan modern
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kemasan makanan yakni dimulai dari zaman dahulu yang berarti tradisional dan kemasan masa sekarang, yakni kemasan makanan modern. Terlihat dari penampilan dan kegunaanya, masih mengandung unsur yang sama seperti halnya kemasan berfungsi untuk mewadahi suatu makanan agar terhindar dari kerusakanan maupun buruknya suatu cuaca.
Perbedaan yang terlihat jelas yakni dari penampilan yang mulai berubah hingga penambahan nilai fungsional yang terdapat pada kemasan tersebut. Mari kita bandingkan kemasan makanan tradisional maupun kemasan makanan modern.
Kemasan Makanan Tradisional :

Kemasan Makanan Tradisional berupa seperti daun pisang, rumput, kulit hewan, kerang, dan sebagainya. Kemasan ini digunakan oleh orang terdahulu hanya untuk mewadahi suatu makanan dan sebagai perlindungan dari kemasan makanan tersebut dari buruknya cuaca maupun dari debu, bakteri, dan sejenisnya. Selain itu kemasan tradisional ini di awal berfungsi untuk membawa makanan yang tidak habis dimakan.
Kemasan Makanan Modern :

Kemasan ini adalah kemasan yang ada di zaman kita sekarang ini. Di Tahun 2014, Kemasan makanan yang telah beredar dipasaran mulai bertambah banyak, beraneka ragam baik desain dan bentuk. Jika zaman dahulu untuk mewadahi makanan kita harus menggunakan kerang ataupun kulit hewan, maka di zaman ini sudah tersedia yang namanya styrofoam. Namun, karena ternyata styrofoam berbahaya maka banyak sekali kemasan makanan yang mulai menggunakan kertas.
Kemasan modern, juga telah mengganti nilai fungsional dari kemasan tradisional. Kemasan modern ini juga banyak digunakan oleh pengusaha sekarang untuk kepentingan promosi maupun strategi untuk menarik perhatian pelanggan. Jadi jelas sudah Anda juga harus menggunakan kemasan makanan modern apabila ingin meningkatkan omzet perusahaan Anda.





Sifatnya yang kaku dan cukup kuat untuk membungkus aneka produk makanan cair, minyak hingga mentega, sayangnya kemasan ini sangat tidak tahan terhadap cuaca panas, ketika cuaca panas berlebih akan membuat kemasan ini menjadi panas. Aluminium memiliki keuntungan sebagai bahan pengemas, yaitu memiliki berat yang lebih ringan dibanding baja, Lebih dari itu Aluminium lebih tahan korosi karena bisa membentuk aluminium oksida.
Dari semua bahan kemasan yang ada dipasaran, maka PLASTIK adalah bahan kemasan yang menjadi primadonanya saat ini, plastik mempunyai sifat yang sangat fleksibel dan dinamis, namun tetap kuat, beberapa jenis bahan plastik yang biasa digunakan sebagai bahan utama pengemasan antara lain : polietilen, cellophan,
Karton sebenarnya merupakan bagian dari kertas namun lebih sering berfungsi sebagai wadah luar atau sebagai penyokong wadah utama dalam pengemasan bahan pangan agar lebih kuat, dan rigid. Karton memiliki kelebihan antara lain elastisitas lebih baik dibanding kayu, dapat dicetak pada permukaannya, pemakaiannya mudah, dan dapat dilipat sehingga tidak memerlukan ruang luas.








